Malam itu aku baru aja kembali dari rumah ke dayah setelah mengobati gigi yang sedang sakit. Begitu aku melangkah ke arah pintu gerbang aku melihat sesosok lelaki yang sedang mengais tong sampah di depan pintu gerbang. Seorang pemulung. Hal yang biasa.Biasa?
Tidak. Malam itu aku merasa tidak merasa biasa. Pemandangan itu sedikit mengusik hati. Lelaki itu hanya mengenakan celana kain hitam pendek, baju kaos lengan pendek, bertopi hitam membawa sebuah karung besar setengah terisi aqua gelas dan sebuah lampu senter kecil. Di malam yang dingin seperti ini tidak menyurutkan langkahnya untuk mencari aqua bekas pakai. Mencari sesuap nasi. Apakah dia mengambil semuanya? Oh kawan! dia menyisakan sedikit botol aqua gelas di dalam tong sampah. Tidak serakah walau kekurangan. Subhanallah..
Namun suatu hari ada sebuah hal yang buat aku terkejut.