Bulan itu bersembunyi di balik wujud awan,Atau mungkin sebenarnya,Awanlah yang menyembunyikan sosok bulan...
Satu hari (kembali) mereka lewati
Detak jam tersaruk-saruk menyambut tongkat estafet jarum menit dan detik-detik,
Sambung-menyambung,
Berkejar-kejaran,
Siang menyalip pagi
Senja merampas siang
Lalu malam datang menundukkan senja
Dan inilah malam,
Inilah waktunya
Maka bagi sebenar-benar hamba,
Seutuh-utuh makhluk
Mereka tegak berdiri di atas hamparan sajadah,
Khusyu’,
Maka mereka menghadap tunduk pada Tuhannya, Rabbnya
Menyusuri labirin-labirin kenikmatan ayat-ayat suci-Nya
Merasakan kesejukan malam yang diselimuti dengan kehangatan pelukan-Nya
Inilah saat yang diwanti-wanti Tuhan mereka,
Di waktu malam inilah, Rabb mereka memanggil diri mereka:
“Bangunlah, berdirilah menghadapku, hambaKu tercinta ….
Eja dan hayatilah lembaran kalamKu,
Lupakan kegalauanmu sepanjang hari ini,
Mohonlah ampunan dosa-dosamu padaku,
Shalatlah…
Itulah suatu kebesaran sunah yang Aku karuniakan untukmu, hambaKu tersayang …
Dan mereka menangis, tergugu
Maka dosa-dosa mereka yang bagaikan taburan pasir,
Seperti lembaran-lembaran dedaunan,
Atau layaknya bebuih air di lautan itu
Luruh hanyut bersama dengan tetesan deras air mata mereka
Dan malaikat-malaikat menyelimuti mereka
Tetumbuhan dan hewan melata malam mendoakan mereka,
Menjadi saksi atas taubat mereka
Karena inilah malam,
Salah satu makhluk ciptaan milik Sang Pencipta yang paling disukai oleh-Nya
Z’ameR
-9 January 2012, 09:00:27
0 comments:
Posting Komentar
BLOGGER YANG BAIK MENINGGALKAN COMMENT YANG MEMBANGUN !