Sepanjang lintasan hari itu
Aku melihat arakan kawanan awan, bermacam-macam
Putih kecemerlangan
Lembayung kemerahan
Abu-abu keredupan
Mereka menari, melangkahkan tubuh sehalus kapas milik mereka ke seluruh penjuru
Maka mereka berupa-rupa, berubah-ubah
Tapi,
Diakhir tarian-tarian dan langkah-langkah itu,
Mereka bergabung, bersatu
Membentuk awan lain yang nantinya akan menurunkan tetesan deras air-air kehidupan
Mereka bergandengan-tangan
Tak peduli warna-warna mereka
Merahkah, putihkah, keabuankah
Tak Peduli,
Tak peduli asal-asal mereka
Lautankah, sesungaiankah, atau mungkin…. Comberankah
Mereka sama sekali tidak peduli
Mereka hanya menyatukan tubuh masing-masing
Lalu berpegang erat dalam genggaman kuasa Khalik
Bahwa di Kitab Lauhul-Nya tugas hayat mereka hanyalah bermanfaat,
Maka disini kita merenung,
Dalam gerak-geruk tarian tenang awan-awan, kita bertanya
“Apakah AzzaWaJallaa membubuhkan tulisan takdir milik kita,
layaknya mereka ?”
Tidak mempermasalahkan yang melekat di tubuh,
Tapi menyatukan yang ada di hati
Dan menggabungkan bagian-bagian diri
Untuk bermanfaat bagi diri-diri yang lain,
Z’ameR,
-8 Januari 2012, 20:05:17
0 comments:
Posting Komentar
BLOGGER YANG BAIK MENINGGALKAN COMMENT YANG MEMBANGUN !