Laskar Banda Raya Official Blog

Tempat bertemu dengan rakan Banda Aceh dan Aceh Besar !


Bulan itu bersembunyi di balik wujud awan,
Atau mungkin sebenarnya,
Awanlah yang menyembunyikan sosok bulan...

Satu hari (kembali) mereka lewati
Detak jam tersaruk-saruk menyambut tongkat estafet jarum menit dan detik-detik,
Sambung-menyambung,
Berkejar-kejaran,
Siang menyalip pagi
Senja merampas siang
Lalu malam datang menundukkan senja

Dan inilah malam,
Inilah waktunya

Maka bagi sebenar-benar hamba,
Seutuh-utuh makhluk
Mereka tegak berdiri di atas hamparan sajadah,
Khusyu’,
Maka mereka menghadap tunduk pada Tuhannya, Rabbnya
Menyusuri labirin-labirin kenikmatan ayat-ayat suci-Nya
Merasakan kesejukan malam yang diselimuti dengan kehangatan pelukan-Nya

Inilah saat yang diwanti-wanti Tuhan mereka,
Waminallaili Fatahajjaj bihi Naafilatallak…


Sepanjang lintasan hari itu
Aku melihat arakan kawanan awan, bermacam-macam
Putih kecemerlangan
Lembayung kemerahan
Abu-abu keredupan

Mereka menari, melangkahkan tubuh sehalus kapas milik mereka ke seluruh penjuru
Maka mereka berupa-rupa, berubah-ubah
Tapi,
Diakhir tarian-tarian dan langkah-langkah itu,
Mereka bergabung, bersatu
Membentuk awan lain yang nantinya akan menurunkan tetesan deras air-air kehidupan

Mereka bergandengan-tangan
Tak peduli warna-warna mereka
Merahkah, putihkah, keabuankah
Tak Peduli,
Tak peduli asal-asal mereka
Lautankah, sesungaiankah, atau mungkin…. Comberankah
Mereka sama sekali tidak peduli

Salim A. Fillah

Sekiranya ku menjadi Muhammad
Takkan sudi ku beranjak ke bumi
Setelah sampai di dekat ’Arsyi
-’Abdul Quddus, Sufi Ganggoh-

Buraq namanya. Maka ia serupa barq, kilat yang melesat dengan kecepatan cahaya. Malam itu diiring Jibril, dibawanya seorang Rasul mulia ke Masjidil Aqsha. Khadijah, isteri setia, lambang cinta penuh pengorbanan itu telah tiada. Demikian juga Abu Thalib, sang pelindung yang penuh kasih meski tetap enggan beriman. Ia sudah meninggal. Rasul itu berduka. Ia merasa sebatang kara. Ia merasa sendiri menghadapi gelombang pendustaan, penyiksaan, dan penentangan terhadap seruan sucinya yang kian meningkat seiring bergantinya hari. Ia merasa sepi. Maka Allah hendak menguatkannya. Allah memperlihatkan kepadanya sebagian dari tanda kuasaNya.


Buraq namanya. Ia diikat di pintu Masjid Al Aqsha ketika seluruh Nabi dan Rasul berhimpun di sana. Mereka shalat. Dan penumpangnya itu kini mengimami mereka semua. Tetapi dari sini Sang Nabi berangkat untuk perjalanan yang menyejarah. Disertai Jibril ia naik ke langit, memasuki lapis demi lapis. Bertemu Adam, Yahya serta ’Isa, Yusuf, Idris, Harun, Musa, dan Ibrahim. Lalu terus ke Sidratul Muntaha, Baitul Ma’mur, dan naik lagi menghadap Allah hingga jaraknya kurang dari dua ujung busur. Allah membuka tabirNya..

Ilustrasi Buraq. Wallahu A'lam
Allah.. Allah.. Jika melihat Yusuf yang tampan sudah membuat jari para wanita teriris mati rasa, apa gerangan rasa melihat Sang Pencipta yang Maha Indah? Atau katakan padaku shahabat, apa yang kau rasakan saat melihat Ka’bah yang mulia untuk pertama kalinya? Ya, sebuah ekstase. Kita haru. Kita syahdu. Air mata menitik. Raga terasa ringan. Jiwa kita penuh. Mulut kita ternganga. Maka apa kira-kira yang dirasakan Muhammad, Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam ketika ia mi’raj bertemu Rabbnya? Kesyahduan. Keterpesonaan. Kesejukan. Kenikmatan ruhani. Kelegaan jiwa. Tiada tara. Tiada tara. Tiada tara.

Demi Allah, alangkah indahnya, betapa nikmatnya..

Maka ada benarnya Sufi Ganggoh itu. Di saat mengalami puncak kenikmatan ruhani itu, tentu ada goda untuk bertahan lama-lama di sana. Kalau bisa, kita ingin menikmatinya selamanya. Atau setidaknya mengulanginya. Lagi dan lagi. Kesyahduan yang tak terlukiskan, ruhani yang terasa penuh, berkecipak, mengalun. Jiwa yang terpana bagaikan titik air menyatu dengan samudera, kedirian kita hilang lenyap ditelan kemuliaan dan keagungan Ilahi. Kita ingin mereguknya, menyesapnya, lalu rebah, dipeluk, direngkuh, dan menyandarkan hati di situ saja. Selama-lamanya.

Good Bye 2011 !
Marhaban 2012 !
Zzzzz.....
Oke, pertama: Selamat tahun baru 2011 2012,
Woi Mir !!, Ini kan tahun baru orang kafir, ngapain ucapin selamat ?
Ayo, gimana ?

Well, terlepas dari semua kontroversi itu, aku cuma mau ngomong tentang segala sesuatu yang biasanya berhubungan dengan hal yang baru-baru. Tahun baru, baju baru, rumah baru, motor baru, pulau baru, negara baru, presiden baru, planet baru, galaksi baru  (-___-). Pokonya yang baru-baru lah.  

Semua orang bilang kalau tahun baru itu kudu intropeksi diri, itu bener. Tapi, aku mau bicarain tahun baru dari perspektif yang berbeda.

Apa itu ?

Pandangan ke depan.
Maksudnya bukan mendangin ke depan tiap hari, tapi punya arah dan rencana untuk berbuat sesuatu di tahun 2012 ini. Sesuatu yang hebat. Sesuatu yang dahsyat, tapi bukan sesuatu yang 'inbox'Sesuatu itu gak usah muluk-muluk, but pasti !! Gak usah rencanain, gue mau bangun sebuah negara yang mengalahkan Amerika tahun ni. Rencanain buat ngumpulin uang untuk kuliah di luar negeri aja udah luar biasa. Atau, buat kamu para entrepreuneur (entah betol tulisannya macam thu -__-) tahun ni kamu nge-plan usaha kamu minimal udah dikategorikan 'The Best of Last Ten Years'.

Tapi, ada rencana yang lebih penting di tahun 2012 ni. Rencana apa itu ?. Rencana itu bernama Taqarrub Ilallah. Sumpah, semua rencana-rencana kamu itu gak akan berhasil -bener-bener gak akan berhasil- tanpa bantuan Allah Subhanahu Wata'aala. Siapa yang menggerakkan hati kamu untuk menyusun rencana-rencana itu ?. Ayo, siapa ? Aku yakin kamu tahu siapa Dia, gak usah dijawab. Aku cuma ingetin ada Allah bersama kita. Jangan lupakan Allah di setiap rencana, pikiran dan pekerjaan kita.

So, Marhaban Ya New Year !

Tentang Laskar Banda Raya

Kamu sedang mengunjungi blog resmi komunitas Laskar Banda Raya. Dibentuk pada tanggal 1 Februari 2013, komunitas Laskar Banda Raya bertujuan untuk mengikat dan mempererat ukuwah islamiah di antara santri Dayah Modern Darul Ulum yang berdomilisi di seputaran Banda Aceh dan Aceh Besar. Blog ini diciptakan sebagai tempat bertemu rakan dari Banda Aceh dan Aceh Besar di dunia maya. Namun, blog ini hanya sarana untuk 'merancang di dunia maya, berbakti di dunia nyata'

Follower

Popular Posts

Total Pageviews