![]() |
| Islamic Ukhuwah |
“Bagaimana keadaanmu pagi ini, wahai Hudzaifah?” tanya Umar.
‘Wahai Amirul Mukminin,” jawabnya, “Pagi ini aku mencintai fitnah, membenci al-haq, shalat tanpa berwudhu’, dan aku memiliki sesuatu di muka bumi yang tidak dimiliki Allah di langit,”
“Demi Allah,” kata ‘Umar, “Engkau membuatku marah!”
“Tidakkah engkau dengar apa yang dikatakan Hudzaifah?”
Hudzaifah terdiam dan tersenyum pada ‘Ali
“Wahai Amirul Mukminin,” kata ‘Ali, “Sungguh benar Hudzaifah, dan aku pun seperti dirinya. Adapun kecintaannya pada fitnah, maksudnya adalah harta dan anak-anak, sebagaimana firman Allah:
“Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah fitnah cobaan ” –QS. At-Taghabun : 15–
“Adapun kebenciannya terhadap al-haq, maksudnya adalah dia membenci kematian. Shalatnya yang tanpa wudhu adalah shalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Adapun yang dimilikinya di bumi dan tidak dimiliki Allah di langit adalah istri dan anak. Bukankah Allah tak memiliki keduanya?”
¤¤¤¤¤¤¤¤
Bayangkanlah kita membersamai orang-orang semacam mereka. Diammya menjadi tasbih. Bicaranya ilmu. Ucapannya penuh doa. Tak ada yang sia-sia. Bahkan dalam candanya , terkandung ilmu dan kebenaran yang membuat kita merenung dalam-dalam. Mari berangan-angan untuk berada di tengah orang-orang yang terhubung dengan langit dan merasakan ukhuwah mereka mendekap kita dalam kebenaran, kemuliaan, dan kebajikan.

0 comments:
Posting Komentar
BLOGGER YANG BAIK MENINGGALKAN COMMENT YANG MEMBANGUN !